About the Journal

   
Journal Title : Jurnal Inovasi dan Kajian Multidisipliner Transformatif
Initials : JIKAM
Abbreviation :J. Inov. Kajian Multidisipliner Transf.
Frequency : 12 editions each year (January, February, March, April, May, June, July, August, September, October, November, and December)
DOI : -
Print ISSN : -
Online ISSN : xxxx-xxxx
Editor-in-chief : Rohmani, M.Pd.
Publisher : PT Sinergi Riset Global
   

Jurnal Inovasi & Kajian Multidisipliner Transformatif (JIKAM) adalah jurnal ilmiah yang berfokus pada publikasi hasil penelitian, kajian literatur, dan pemikiran kritis yang bersifat multidisiplin dengan pendekatan inovatif dan transformatif yang diterbitkan oleh PT Sinergi Risset Global. JIKAM berkomitmen untuk menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi dalam menyebarluaskan gagasan dan solusi nyata terhadap berbagai tantangan dan fenomena kompleks di era modern saat ini. Jurnal ini terbit secara berkala dan menerima artikel dalam bidang sosial, teknologi, pendidikan, humaniora, serta ilmu terapan lainnya yang membawa dampak perubahan positif bagi masyarakat.

Current Issue

Vol. 1 No. 1 (2026): Transformasi Digital dan Inovasi Lintas Bidang untuk Masyarakat Berkelanjutan
					View Vol. 1 No. 1 (2026): Transformasi Digital dan Inovasi Lintas Bidang untuk Masyarakat Berkelanjutan

Edisi perdana JIKAM (Jurnal Inovasi dan Kajian Multidisipliner Transformatif) ini, Vol. 1 No. 1 (2026), secara khusus hadir untuk mengangkat satu tema sentral: "Transformasi Digital dan Inovasi Lintas Bidang untuk Masyarakat Berkelanjutan".

Tema ini kami pilih untuk menjawab sebuah pertanyaan fundamental: Bagaimana gelombang transformasi digital yang kini menyentuh ruang kelas, kantor pemerintahan, pasar, museum, hingga fasilitas kesehatan dapat diarahkan menjadi kekuatan inovatif yang membawa perubahan positif dan berkelanjutan bagi masyarakat?

Berbeda dengan jurnal multibidang yang menyajikan artikel secara terpisah, edisi ini dirancang untuk menjalin "benang merah" yang kuat. Kami memandang "Transformasi Digital" bukan sekadar fenomena teknologis, melainkan sebuah arus perubahan menyeluruh yang menuntut respons inovatif dari berbagai perspektif keilmuan, mulai dari pedagogis, sosial-budaya, ekonomi, dan hukum, hingga kesehatan.

Ke-12 artikel dalam terbitan ini mencerminkan dialog terintegrasi tersebut, yang kami kelompokkan ke dalam empat pilar pembahasan utama:

  1. Transformasi Pedagogis dan Pembangunan Karakter di Era Digital. Pilar ini membuka diskusi dengan kajian konseptual tentang relasi manusia dan teknologi serta urgensi literasi digital, kemudian mengeksplorasi rekonstruksi kurikulum digital abad ke-21 yang memadukan dimensi pedagogis, teknologis, dan humanis, hingga praktik integrasi media digital oleh guru untuk menanamkan karakter toleransi sejak pendidikan dasar.
  2. Inovasi Teknologi untuk Layanan Publik, Kesehatan, dan Keamanan Digital. Pilar ini menyajikan bukti nyata bagaimana teknologi menjawab persoalan masyarakat: sistem informasi pengaduan masyarakat berbasis web dengan dashboard analitik di tingkat desa, penerapan algoritma Random Forest untuk deteksi dini hipertensi di layanan kesehatan primer, serta telaah sistematis atas ancaman phishing terhadap keamanan transaksi digital di Indonesia.
  3. Teknologi, Budaya, dan Pelestarian Warisan Bangsa. Di sini, kami menyoroti sisi humaniora dari transformasi digital: bagaimana teknologi digital menggeser minat masyarakat terhadap pertunjukan budaya tradisional, sekaligus bagaimana kecerdasan buatan (AI) justru dapat menjadi instrumen pelestarian warisan budaya dengan meningkatkan daya tarik museum bagi generasi baru.
  4. Transformasi Ekonomi, Kepemimpinan, dan Keberlanjutan. Bagian ini menutup diskusi dengan perspektif makro: gagasan strategic leadership di era Society 5.0 yang menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan penciptaan nilai sosial, transformasi digital sebagai solusi inklusi keuangan syariah, peran sustainable finance dan green innovation terhadap nilai perusahaan, serta kepastian regulasi perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) sebagai fondasi hukum ekosistem usaha digital.

Secara kolektif, edisi ini membuktikan bahwa "Transformasi Digital" bukanlah sekadar adopsi teknologi, melainkan sebuah proses multidimensi yang menuntut inovasi lintas bidang. Pendekatan multidisipliner menjadi kunci untuk memastikan perubahan tersebut bermuara pada masyarakat yang lebih cerdas, inklusif, dan berkelanjutan.

Published: 2026-06-21

Articles

View All Issues

Ruang lingkup dan fokus publikasi JIKAM dengan pendekatan Multidisipliner, yang meliputi:

  1. Kesehatan dan Kedokteran: Pengembangan obat, teknologi medis, dan pemahaman penyakit.
  2. Teknologi dan Rekayasa: Inovasi dalam AI, robotika, dan IoT.
  3. Lingkungan dan Keberlanjutan: Studi tentang perubahan iklim, konservasi sumber daya, dan kebijakan lingkungan.
  4. Sosial dan Kemanusiaan: Sosial dan Humaniora: Analisis dinamika sosial, perilaku manusia, perubahan budaya, serta kajian kontemporer dalam seni, desain, dan literatu.
  5. Pendidikan dan Pembelajaran: Pengembangan metode pembelajaran efektif dan teknologi pendidikan.
  6. Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen: Analisis pasar, strategi bisnis, manajemen (SDM, operasi, pemasaran), dan kebijakan ekonomi.
  7. Ilmu Data dan Analisis: Penggunaan ilmu data untuk pengambilan keputusan dan analisis kompleks.
  8. Hukum dan Kebijakan Publik: Studi tentang hukum, regulasi, dan kebijakan publik.